TIK SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI DENGAN KELOMPOK SASARAN

TIK SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI DENGAN KELOMPOK SASARAN PROGRAM PELATIHAN
BY
DEA WISDA ALSRI
PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

         Pelatihan adalah bagian dari pendidikan yang menyangkut proses belajar untuk memperoleh meningkatkan keterampilan diluar sitem pendidikan yang berlaku dalam waktu yang relatif singkat dan dengan menggunakan metode yang lebih mengutamakan praktik dari pada teori.
        Adapun tujuan pelatihan yang dikemukakan oleh Sudjana (2007: 105), yaitu diantaranya sebagai berikut: 
Sebagai tolak ukur penilaian dalam arti bahwa pelatihan dinilai berhasil apabila tujuan yang telah ditentukan dapat tercapai sebagaimana yang telah diharapkan. Dengan cara lain ketercapaian pelatihan menjadi indikator keberhasilan pelatihan yang telah dirancang sebelumnya. 
         Sebagai pemberi arah bagi semua unsur/ komponen pelatihan, khususnya pelatih dan peserta pelatihan. Dengan kata lain pelatih dapat merancang kegiatan yang akan dilakukan untuk membelajarkan peserta dalam mencapai tujuan pelatihan.
Menurut Dale yoder (1962) dalam skripsi Nugraha (2013: 13) dalam tulisannya dalam tulisannya menyebutkan sembilan asas yang berlaku umum dalam kegiatan pelatihan, diantaranya (1) Individual differences; (2) Relation to job analysis; (3) motivation; (4) active participation; (5) selection of trainess; (6) selection of trainers; (7) trainer’s of training; (8) training method’s dan (9) principles of learning. Maka sependapat dengan Dale, Kamil (2012: 12-13) mengemukakan bahwa untuk mengenal lebih jauh tentang pelatihan, prinsip-prinsip pelatihan memiliki fungsi agar proses pelatihan berhasil. Karena pelatihan merupakan bagian dari proses pembelajaran, maka prinsip-prinsip pelatihanpun dikembangkan dari prinsip-prinsip pembelajaran.
        Dapat dikatakan juga program pelatihan merupakan program yang menekankan kepada keterampilan, karena pelatihan adalah ke-giatan atau pekerjaan melatih untuk memperoleh kemahiran atau kecakapan, pelatihan berkaitan dengan pekerjaan. Oleh karna itu, sangat memungkinkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam program pelatihan ini, karena dengan adanya TIK maka proses pembelajarannya akan lebih mudah. Misalnya: di sebuah desa, ada beberapa warga yang mengikuti pelatihan menjahit. Di sana cara menangkap ilmu pengetahuan berbeda beda. Dengan demikian, pelatih menggunakan video yang ditayangkan melalui infocus , yang mana video tersebut telah di download terlebih dahulu di youtube dan membagikannya lagi kewarga belajar. Dengan begitu warga yang mengikuti pelatihan tersebut bisa belajar juga di rumah tanpa adanya pelatih.
           Jadi, pelatih tidak hanya membelajarkan peserta pelatihannya secara langsung atau tatap muka, namun peserta juga bisa belajar di rumah. Dengan bantuan TIK maka proses pembelajaran akan lebih mudah dan tidak memakan waktu lama, untuk mencari tahu informasi apapun warga belajar bisa mengakses informasi yang dibutuhkan melalui pemanfaatan dari TIK.



Referensi :
http://repository.upi.edu/14832/5/S_PLS_1001991_Chapter2.pdf
text-id.123dok.com/document/dy4mwj9ky-pengertian-pelatihan-pelatihan-dalam-pendidikan-luar-sekolah.html
udikustiana.wordpress.com/2011/05/25/pengertian-dan-peran-pls/


Komentar

Posting Komentar